Kamis, 05 Maret 2009

MISI

Saya teringat dengan satu kalimat salah seorang tentara kopasus yang melatih kami pada masa pendidikan yang semi militer :
“haram hukumnya untuk tampak takut bagi seorang tentara, apalagi pada posisi komandan, oleh karena itu jika ada seorang tentara apalagi seorang kopasus, menampakkan ketakutannya di tengah pasukan, biasanya ia akan dibunuh sebelum ketakutannya itu menular pada seluruh pasukan”.

Merenungkannya, saya pun buka lembaran sejarah orang-orang mulia dan menemukan sebuah fakta, bahwa ada sebuah DISIPLIN KERAS yang dibutuhkan oleh misi & tugas tertentu dalam kehidupan ini.

Wahai sahabatku..

Bukankah Alqur’an juga telah menceritakan hal yang serupa, sehingga tugas untuk menjadi seorang istri nabi adalah sebuah tugas & misi yang sungguh menuntut sebuah disiplin keras pada tingkat yang berbeda dibandingkan dengan wanita-wanita lain pada umumnya (QS. 33:32)– dimana untuk setiap kesalahan, mereka akan akan mendapat sanksi berlipatganda (QS.33: 30).

Wahai sahabatku..

Sebuah misi akan selalu memberikan alasan-alasan yang kuat untuk semua kedisiplinan yang akan kita ciptakan, dan sungguh ia membuatnya bukan saja tak membebani bahkan kita jadi sungguh menikmati.

Misi itu memberikan gairah, orientasi dan tentu saja makna bagi eksistensi. Misi itu memberi kekuatan kepada upaya, meneguhkan kemauan, mengilhamkan kreatifitas pada tantangan, memberikan semangat kebangkitan pada setiap hempasan kegagalan juga memberikan kehangatan & kepuasan pada setiap keletihan..tanpa misi, sungguh kedisiplinan kehilangan urgensi..!!

Wahai sahabatku..

Saya pun mulai memahami, bahwa misi itulah yang sebenarnya memberikan kehormatan pada sebuah posisi, seperti jiwa memberi ruh kehidupan kepada jasadnya. Sehingga betapapun tinggi posisi seseorang, jika ia telah kehilangan misinya maka hilang pula seluruh kehormatannya.

Saya jadi mengerti, mengapa orang-orang yang memiliki misi-misi besar & mulia di relung-relung dadanya - selalu memiliki aura kewibawaan & keterhormatan di wajahnya..

Wahai sahabatku..

Saya pun mulai merenungkan tentang kehidupan para pejuang penuh misi mulia, betapa keseimbangan hidup mereka bukan lagi keseimbangan tentang waktu-waktu yang dimilikinya.

Sungguh, engkau akan melihat bahwa ia tidak pernah menakar waktu kerja dengan waktu istirahatnya, ia tidak lagi membagi waktu keluarga dengan waktu perjuangannya – sebagai definisi hidup yang seimbang - karena ia hanya punya satu waktu saja, yaitu waktu perjuangan !!.

Bahwa hidup yang seimbang adalah sebuah definisi bagi kesepadanan antara amanah dan tanggungjawab yang diembannya, kelayakan antara posisi & prestasi yang harus diukirnya, dan sungguh ini adalah tentang keseimbangan antara misi dan potensi yang mesti dioptimalkannya.

Wahai sahabatku..

Maka wasiat-wasiat indah diantara mereka adalah : "jangan pernah kelihatan letih walalupun engkau sedang kelelahan, tunjukkan keberanian walaupun engkau lagi ketakutan, antusias dan bersemangatlah walalupun engkau sedang jenuh, lesu dan bosan - karena umat melihat dan telah mengenalmu sebagai pejuang ".
Duhai, inilah sebenarnya tugas terberat sebuah misi kepemimpinan yaitu : menginspirasi..!. Inilah barangkali mengapa para istri nabi sampai diwanti-wanti.

Wahai sahabatku..

Semua tugas atau misi itu, tentu saja tidak harus kita tunggu untuk diberikan oleh jaman atau di-dikte-kan oleh orang lain kepada kita, bukankah kita bisa demikian bebas untuk menciptakannya dalam ruang imajinasi kita sendiri.
Ketika detail-detail gambarannya sudah demikian jelas anda boleh mulai menyebutnya sebagai VISI - karena ia produk imajinasi para ahli motivasi mengistilahkannya sebagai DREAMS, tapi saya rasa kata OBSESI lebih bertenaga untuk mewakili seluruh makna dan ruh semangatnya.

Keyakinan yang akhirnya selalu menjadi kunci pembukanya, bahwa Allah swt punya satu rencana besar dengan menghadirkan kita ke dunia ini, karenanya anda sungguh berarti bagi dunia ini..

Maka, mari luaskanlah skala perhatian kita, segeralah ambil posisi melibatkan diri pada persoalan-persoalan besar kehidupan… karena MISI itu selalu Allah swt lekatkan pada POTENSI yang anda miliki..!!

2 komentar:

sigit mengatakan...

apa kabar pak?
ada buku bagus, judulnya CROWD: Marketing Becomes Horizontal. isinya tentang gimana menggaet konsumen di era flat world saat ini. tapi ada beberapa salah ketik dan data sih.. trus buku2nya ippho santosa juga bagus2: 13 wasiat terlarang, marketing is bullshit, 10 jurus terlarang. ttg otak kanan. otak kanan kan saya banget pak, he2.

terasbasah.blogspot.com mengatakan...

tidaklah saya membaca buku dan tulisan para asatidz kecuali saya merasa memang sedang berhadapan langsung dengan beliau.termasuk dengan setiap interaksi sy dengan bapak.